Mengalami kram pada kaki ketika sedang berlari, sakit yang dirasakan sangat luar biasa. Otot kaki terasa kencang dan rasanya seperti ditarik-tarik. Menurut teman yang pernah mengalami kaki kram, selain kaki terasa sakit, psikologi kita juga akan ngedrop.
Orang yang mengalami kram kaki bisa kita temukan saat mengikuti race lari. Terutama race lari marathon. Di situ akan banyak ditemui para peserta yang mengalami kram kaki. Ketika saya mengikuti race Mandiri Jakarta Marathon 2016, di kilometer 20an tepatnya di sepanjang jalan HR Rasuna Said (Kuningan) saya sempat melihat beberapa peserta mengalami kram kaki yang sedang ditangani oleh tim medis.
Mengalami kram kaki saat mengikuti race lari adalah mimpi buruk bagi semua peserta. Lalu bagaimana cara menyiasati agar kita terhindar dari kram kaki? Berikut ulasan yang bisa Anda simak.

Penyebab Kram Kaki
Ada beberapa penyebab terjadinya kram kaki. Antara lain, karena dehidrasi, kehilangan elektrolit/garam dalam tubuh serta otot yang sudah lelah tetapi dipaksa terus berlari. Kondsi otot yang lelah inilah yang sering menjadi penyebab terjadinya kram kaki. Kelelahan otot ini banyak dialami oleh pelari pemula yang belum paham dalam mengatur ritme kecepatan dalam berlari. Pelari berlari cukup cepat dari awal start dan kedodoran di tengah-tengah atau akhir-akhir kilometer karena mengalami kram kaki.

Cara Mengatasi Kram Kaki
Untuk mengatasi kram kaki yang tiba-tiba terjadi ketika Anda mengikuti race lari adalah dengan cara berhenti berlari. Kemudian yang Anda lakukan adalah menarik nafas dalam-dalam agar Anda bisa lebih tenang. Kemudian lakukan peregangan pada kaki Anda. Peregangan darurat bisa dilakukan dengan cara memijat sangat pelan-pelan ringan di betis yang kram sambil betis digoyang-goyang pelan. Jaga betis tersebut tetap dalam posisi peregangan selama beberapa menit sampai kram menghilang. Jika ada seseorang yang bisa diminta tolong, perintahkan untuk meregangkan kaki Anda dengan posisi lurus dan telapak kaki ditekuk ke atas.

Cara Mencegah Kram Kaki
Agar tidak mengalami kram kaki saat mengikuti race lari, ada beberapa cara untuk mencegahnya. Apa saja? Berikut paparannya.
– Olahraga secara rutin dan meningkatkan latihan dengan progress (kemajuan) yang wajar. Jika ingin lari 10 km sehari, mulailah dengan lari sepanjang 2 atau 3 km. Kemudian secara bertahap jarak tempuh ditingkatkan lagi untuk per minggu dan per bulannya.
– Menjaga kecepatan lari dengan baik dan benar. Pada saat awal berlari, kecepatannya diperlambat.
– Untuk menjaga agar tidak terjadi dehidrasi, jangan berlatih lari terlalu keras di hari yang panas.
– Yang cukup penting, lakukan pemanasan otot sebelum mulai berlatih lari. Jangan lewatkan peregangan karena tahap ini adalah satu-satunya cara untuk mempersiapkan otot agar tidak cidera. Peregangan yang tepat berdampak pada jarak tempuh lari yang lebih jauh tanpa mengalami kram kaki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here