Belum banyak para wanita yang tahu bahwa urusan menstruasi baik itu masalah siklus ataupun pendarahannya ternyata ada pengaruhnya terhadap olahraga lari. Bagi kaum wanita, ada 6 hal yang perlu diketahui antara olahraga lari, menstruasi dan efeknya bagi tubuh. Berikut penjelasan dari Dr. Jason Karp, seorang ahli fisiologi olahraga dan salah satu ahli lari terkemuka di Amerika Serikat.

1. Hormon Estrogen
Estrogen adalah hal terbesar yang membedakan pelari wanita dengan pelari pria. Estrogen adalah hormon kuat yang mempengaruhi banyak aspek fisiologi perempuan. Mulai dari metabolisme, penyimpanan glikogen, fungsi paru-paru, dan kesehatan tulang. Estrogen merupakan hormon yang berguna bagi pelari wanita. Saat tubuh wanita sedang memproduksi estrogen dengan level tinggi (sesaat sebelum ovulasi pada akhir fase folikuler dari siklus menstruasi) adalah saat yang terbaik untuk fokus pada latihan berat dan mengikuti lomba.
2. Masalah Menstruasi
Pelari wanita yang porsi latihannya cukup berat umumnya memiliki persentase lemak tubuh rendah. Wanita seperti ini umumnya siklus menstruasinya tidak teratur bahkan tidak ada sama sekali. Kondisi seperti ini bisa berdampak pada rendahnya kadar estrogen dalam tubuhnya. Siklus menstruasi yang tidak teratur dapat menurunkan kepadatan mineral dalam tulang, sehingga meningkatkan risiko osteoporosis dan fraktur stress. Oleh karenanya hormon estrogen cukup penting dalam memfasilitasi penyerapan kalsium ke dalam tulang.
Pelari wanita yang siklus menstruasinya tidak teratur atau tidak ada, akan memiliki kepadatan tulang yang secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang memiliki siklus menstruasi teratur, bahkan bisa juga dibandingkan dengan wanita yang bukan pelari.
Pelari wanita yang mengalami masalah menstruasi disarankan untuk menguatkan tulang dan mencegah fraktur stress dengan bantuan suplemen, seperti tambahan asupan kalsium dan vitamin D, serta latihan kekuatan. Namun pastikan untuk mengunjungi dokter sebelum mengkonsumsi obat- obatan apapun.
3. Pendarahan Saat Menstruasi
Pendarahan yang hebat saat menstruasi mengakibatkan kadar hemoglobin darah turun dan bisa berdampak negatif terhadap kemampuan tubuh untuk mengangkut oksigen dalam darah. Karena zat besi merupakan komponen penting dari hemoglobin. Pendarahan dapat mengakibatkan hilangnya zat besi. Jika hal ini terjadi, perlu melengkapi diet normal dengan mengonsumsi asupan zat besi. Tak jarang pelari perempuan mengalami penurunan kadar zat besi dalam darah akibat aktivitas fisik yang cukup tinggi (anemia atletik). Anemia atletik ini bisa terjadi jika kehilangan banyak darah saat menstruasi. Anemia atletik sangat umum di kalangan pelari perempuan, terutama yang berlatih di daerah ketinggian (altitude).

4. Suhu Tubuh
Sepanjang siklus menstruasi suhu tubuh wanita berubah secara berirama dan memuncak pada saat fase luteal sebagai reaksi untuk menanggapi lonjakan hormon progesteron. Progesteron bekerja pada bagian hipotalamus dari otak (pusat kontrol suhu), yang meningkatkan suhu dasar. Suhu tubuh yang lebih tinggi selama fase luteal membuat kita lebih sulit berlari di cuaca panas. Itu sebabnya terkadang ada lomba yang terasa lebih sulit diselesaikan dibandingkan lomba lainnya walaupun tidak ada perbedaan dalam jarak dan persiapan yang dilakukan sama.
5. Usia Kehamilan
Bagi sebagian pelari wanita, berlari saat masa kehamilan dua tri-semester pertama merupakan sesuatu yang tidak berbahaya bagi kesehatan, bahkan membantu mereka merasa lebih sehat. Keluhan umum kehamilan seperti mual, mulas, insomnia, munculnya urat nadi varises, dan kram kaki ditemukan berkurang pada wanita yang tetap aktif berlari selama hamil. Latihan selama kehamilan juga dikaitkan dengan penurunan risiko terserang komplikasi kehamilan tertentu, termasuk preeklamsia, kehamilan induksi, hipertensi, dan diabetes gestasional. Ada beberapa kondisi medis yang dapat melarang kita untuk berlari dan mengikuti lomba saat hamil, seperti penyakit jantung yang signifikan dengan paru-paru, pendarahan yang terus menerus pada tri-semester kedua dan ketiga, serta pecahnya membran.

6. Metabolisme Wanita
Perbedaan metabolisme antara pria dan wanita membuat pelari wanita lebih beruntung. Pasalnya, daya tahan pelari wanita lebih lama akibat kebutuhan yang lebih besar untuk mengatur karbohidrat dan menggunakan lebih banyak lemak. Pada umumnya, wanita lebih banyak mengandalkan lemak daripada karbohidrat saat berlari dalam kecepatan yang sama. Karena persediaan karbohidrat dalam tubuh wanita terbatas,

Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here