Apakah Anda seorang pelari maraton berpengalaman atau pemula, memahami efek fisiologis berlari pada tubuh Anda adalah sangat penting. Berikut adalah hal-hal yang bisa terjadi saat kita berlari:

  1. Sistem pencernaan Sakit perut atau kram merupakan masalah umum bagi pelari. Ini karena tubuh kita menggerakkan darah ke arah otot kita dan menjauh dari usus. Akibatnya, sistem pencernaan makanan mulai melambat. Ini juga merupakan alasan mengapa kita sebaiknya tidak makan besar sebelum berlari. Pilih makanan ringan seperti buah dan sandwich yang mudah untuk dicerna.
  2. Otak Saat berlari, kita kadang-kadang merasa nyaman seperti melayang. Pasalnya berlari jarak jauh memicu pelepasan endorfin, zat kimia di otak yang menghasilkan perasaan euforia, dan bahkan membuat tubuh Anda merasa kebal terhadap rasa sakit. Neurotransmiter lainnya termasuk dopamin, merangsang munculnya perasaan senang, sementara serotonin membuat suasana hati lebih baik. Faktor-faktor ini kemungkinan besar memberi efek baik saat seseorang berlari, seperti mengurangi gejala stres, kecemasan dan depresi.
  3. Kehilangan lemak Secara umum, jumlah energi atau kalori yang masuk dan keluar menentukan berat badan kita. Berlari bisa menciptakan defisit kalori dan kehilangan lemak melalui pengeluaran energi. Berdasarkan alat pengukur pembakaran energi, jika berat Anda 65 kilogram dan Anda berlari dengan kecepatan 6,5 kilometer per jam, Anda bisa membakar sekitar 130 kalori dalam 20 menit. Berlari juga memperkuat tulang dan otot serta membantu metabolisme, namun pada titik tertentu, kita tidak dapat membangun otot hanya dengan berlari. Untuk itu diperlukan latihan lain seperti latihan beban untuk mendapatkan otot yang diinginkan. Baca: Berlari Satu Jam dalam Seminggu Bisa Perpanjang Usia
  4. Jantung dan paru Saat kita mengambil langkah, jantung dan paru kita juga mulai bereaksi. Tugas mereka adalah mengalirkan darah ke otot agar terjadi pembakaran yang menghasilkan tenaga. Pada titik tertentu, jantung kita juga akan mengalami kelelahan. Jadi penting untuk melatih jantung agar bisa bertahan mendukung langkah kita saat berlari. Selain itu, tiap kali kita berlari, penyerapan oksigen akan meningkat dan hal ini bisa mengukur seberapa efisien Anda menggunakan oksigen. Ukuran ini dianggap sebagai salah satu indikator kebugaran kardiovaskular. Serapan oksigen yang lebih tinggi memungkinkan otot Anda meningkatkan kapasitasnya untuk menghasilkan energi secara efisien.
  5. Suhu tubuh Suhu tubuh kita meningkat saat berlari, terutama pada cuaca panas, namun keringat akan menurunkan suhu tubuh. Agar berlari menjadi lebih nyaman, kuncinya adalah berpakaian dengan tepat untuk melindungi dari cuaca dingin atau panas.
  6. Cedera Ya, ada beberapa kelemahan saat berlari. Salah satunya soal risiko cedera. Berlari adalah aktivitas berulang, oleh karena itu otot dan sendi mengalami tekanan yang signifikan. Itulah mengapa pelari kadang mengalami pembengkakan sendi, cedera otot dan tekanan jantung. “Sekitar 40 persen cedera berlari dimulai dari lutut, yang seharusnya bisa dihindari dengan keseimbangan antara latihan kekuatan dan peregangan serta dikombinasikan dengan bantalan sepatu yang bagus,” kata Pip Taylor, atlet triatlon profesional dan penulis Athlete’s Fix. Oleh karena itu, sebelum berlari kita sebaiknya melakukan persiapan dengan benar. Latih otot dan sendi Anda lewat pemanasan untuk mencegah cedera. Lakukan peregangan dengan benar sebelum dan sesudah lari jarak jauh, dan beri waktu istirahat dan pemulihan yang cukup

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here